Kidung Pujian

Blog Seksi Musik HKBP Serpong

Sekarang Bersyukur

Lagu Kidung Jemaat No. 287 : Sekarang Bersyukur
Lagu Buku Ende No. 4 : Sai Puji Debata
Judul Bahasa Inggris : Now Thank We All Our God

2 Kor 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Lirik lagu pujian ini ditulis oleh Martin Rinkart (1636) dalam bahasa Jerman “Nun Danket Alle Gott”. Lagu ini pertama sekali muncul dalam Praxis Pietatis Melica (Devotional Tunes, Sweet as Honey_ Kidung Perenungan-Manis Seperti Madu) yang dibuat oleh Johann Cruger dan harmonisasi dibuat Felix Mendelssohn tahun 1840. Diterjemahkan dari bahasa Jerman ke Bahasa Inggris oleh Catherine Winkworth tahun 1856. Penerjemah sebenarnya meyakini bahwa musik lagu ini juga dibuat oleh Rinkart tahun 1644.

Martin Rinkart, seorang pelayan/pendeta Lutheran, berada di Eilenburg, Saxony, Jerman selama peperangan yang disebut Perang Tiga Puluh Tahun. Kota berbenteng Eilenburg pada saat itu dipenuhi aliran pengungsi yang tumpah ruah melewati gerbang kota. Tentara Swedia mengepung kota tersebut. Kekurangan makanan dan mewabahnya berbagai penyakit menjadi hal yang sangat nyata pada situasi tersebut.

Delapan puluh rumah telah dihancurkan, dan korban meninggal mulai berjatuhan. Ada tekanan dan kesedihan yang amat sangat pada diri pendeta-pendeta yang setiap harinya harus memimpin lusinan acara pemakaman.

Akhirnya, pendeta-pendeta tesebut juga menyerah dan Rinkart tersisa seorang diri. Beliau melakukan hampir 50 acara penguburan setiap hari. Dan pada tahun itu saja dia memimpin 4000 acara penguburan, termasuk penguburan istrinya sendiri. Kala itu penduduk Jerman berkurang dari sekitar 16 juta menjadi hanya 6 juta.

Ketika tentara Swedia melakukan serangan yang sangat besar, Rinkart meninggalkan kenyamanan benteng pertahanan, dan keluar dari perlindungannya dan meminta belas kasihan pihak Swedia untuk para pengungsi. Komandan tentara Swedia yang terkesima dengan iman dan keberaniannya, akhirnya mengurangi kekuatan serbuannya.
Tak lama setelah kejadian tersebut, perang Tiga puluh tahun berakhir, dan Rinkart menulis sajak pujian ini untuk kebaktian perayaan berakhirnya perang.

Lagu pujian ini adalah kesaksian imannya, yang setelah melalui berbagai kesedihan, beliau mampu untuk menuliskan hymne yang mempercayakan sepenuhnya dirinya sekaligus berterima kasih kepada Tuhan Sang Pencipta.

Bait pertama lagu pujian ini adalah:
Now thank we all our God, with heart and hands and voices,
Who wondrous things has done, in Whom this world rejoices;
Who from our mothers’ arms has blessed us on our way
With countless gifts of love, and still is ours today.

April 9, 2008 - Posted by | Cerita Kidung

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: