Kidung Pujian

Blog Seksi Musik HKBP Serpong

Molo Ro Panjou ni Tuhan

Buku Ende No. 544: Molo Ro Panjou ni Tuhan
Kidung Jemat No.278: Bila Sangkakala Menggegap
Judul dalam Bahasa Inggris: When the Roll is Called Up Yonder

Sewaktu pemuda, James Black menjadi seorang guru sekolah minggu di sebuah gereja di Canada. Suatu hari dia bertemu dengan remaja putri berusia empat belas tahun, berpakaian kumal dan anak dari seorang pemabuk. Sangat jelas bahwa anak tersebut tidak menikmati hidup sebagaimana anak seusianya. James Black lalu mengundangnya mengikuti sekolah minggu dan bergabung dengan kelompok-kelompok muda. Dia berpikir hal ini akan menjadi suatu berkat bagi si remaja putri dan mungkin saja akan dapat memenangkan hatinya untuk berserah pada Kristus.
Pada suatu minggu, ketika tiap anggota menjawab panggilan abesensi dengan cara mengulang ayat hafalan alkitab, si remaja putri tidak juga menjawab, karena tak hadir. Situasi ini membuat James Black berpikir bahwa sangat menyedihkan jika ketika nama kita dipanggil di surga nanti, kita tak ada disana. Pikiran ini, walaupun kedengarannya tidak teologis, membuat James berdoa: “ Oh, Tuhan, ketika nama saya nantinya dipanggil, biarkanlah saya ada untuk menjawab”.
James kemudian merasakan keinginan untuk menyanyikan yang cocok untuk situasi ini, akan tetapi dia tidak menemukan lagu yang cocok di buku nyanyian yang dipegangnya. Dia lalu menutup pertemuan. Selama perjalanan pulang dia terus saja berandai-andai sekiranya ada lagu yang betul-betul cocok untuk situasi tadi. Kemudian dia bertanya pada diri sendiri kenapa tidak menulis saja lagunya. Dia mencoba tidak mengindahkan pikiran tersebut dan merasakan tidak mampu untuk melakukannya.
Sesampainya di rumah, istrinya merasa heran melihat James sepertinya gelisah. Ia mencoba bertanya apa yang terjadi. Namun James seolah terperangkap dalam pikiran untuk membuat lagu tersebut. Tiba-tiba saja, ide untuk sajak pertama terbersit dalam pikirannya, dan dalam waktu 15 menit dia sudah menulis dua ayat/sajak. Ia merasa sangat diberkati. Kemudian dia mencoba lagu itu diiringi dengan piano. Itulah komposisi yang musiknya seperti yang kita dengar sekarang. Tiap not tak pernah diubah.
James M Black lahir di Skotlandia pada 22 Februari 1882. Dia diculik pada usia delapan tahun dan dibawa ke Kanada, dimana kemudian dia ditemukan oleh seorang pendeta tua dan dibawa ke rumahnya. Pada umur mendekati 17 tahun dia kembali ke tanah kelahirannya di Skotlandia dan berkumpul kembali bersama ayahnya dan sejak itu dia menjadi seorang kristen yang aktif dalam pelayanan.

James Black meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Colorado pada tahun 1848. Dia dikenang akan lagu-lagunya, terutama untuk lagu “When Te Roll Is Called Up Yonder”.

Juli 11, 2008 Posted by | Cerita Kidung | Tinggalkan komentar

Amat Besar Anugerah

April 9, 2008 Posted by | Cerita Kidung | Tinggalkan komentar

Kuberhagia

Lagu Kidung Jemaat No.392 : Kuberhagia
Lagu Buku Ende No.393 : Dung Tuhan Jesus
Judul Bahasa Inggris : Blessed Assurance

Teks ditulis oleh Frances Jane VanAlstyne, lebih dikenal dengan nama gadisnya yakni Fanny J. Crosby (1820-1915). Musiknya (Assurance) dibuat oleh Phoebe Palmer Knapp, yang lahir pada 9 Maret 1839 di New York. Phoebe adalah anak seorang evangelis metodist Walter C Palmer. Sejak kecil dia menunjukkan bakat yang tidak biasa dalam musik. Ibunya, yang juga bernama Phoebe Palmer adalah seorang penulis pujian juga. Pada umur yang sangat muda, 16 tahun, Phoebe menikah dengan seorang pebisnis yang sangat berhasil, Jospeh Fairfield Knapp. Pernikahan mereka dari segi mana pun digambarkan sangat ideal.

Anggota keluarga Knapp adalah anggota dari Gereja John St Methodist di New York, dimana Fanny Crosby juga menjadi anggota. Mereka menjadi saling kenal dan akrab, dimana Fanny adalah seorang penulis 8000 lagu pujian dan Nyonya Knapp adalah seorang yang gemar membuat musik/melody lagu.

Suatu sore pada tahun 1873, Phoebe mengunjungi Fanny (-yang sejak umur 6 bulan menderita buta-) dan berbagi cerita tentang musik melodi yang baru dia ciptakan. Fanny sangat terbiasa dengan langsung menulis teks lagu untuk sebuah melody yang baru saja dia dengar atau orang lain berikan. Jadi, Phoebe meminta Fanny pujian apa yang cocok untuk melody tersebut. Sambil tersenyum dan mengangkat kakinya ia menjawab “Blessed assurance, Jesus is mine; Oh! What a foretaste of glory divine”. Fanny terus mendiktekan ayat-ayat lagu dan Phoebe menuliskannya. Dan dalam waktu singkat kedua wanita tersebut telah menyelesaikan lirik yang cocok dengan melody lagu yang dibuat Phoebe, seperti yang kita nyanyikan saat ini.

Lagu pujian ini terlihat pertama sekali dalam buku “Gems of Praise” yang diterbitkan oleh John Robson Sweney. Selam hidupnya Phoebe Knapp menerbitkan lebih dari 500 lagu pujian. Setelah kematian suaminya tahun 1891, dengan penghasilan tahunan sekitar US $ 50.000 (sekitar 450 juta kurs Rp. 9000), dia banyak mendedikaskan hidupnya untuk membantu kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial.
Lagu ini terdapat pada hampir semua buku lagu rohani.

April 9, 2008 Posted by | Cerita Kidung | Tinggalkan komentar